Seringai Selamanya.jpg
(Seringai, ‘Selamanya’/Foto: Youtube)

Setelah rentang waktu hampir enam tahun, akhirnya single terbaru milik Seringai yang berjudul ‘Selamanya’ dapat didengarkan secara bebas melalui beberapa platform musik digital. Pada 28 Juni 2018, kuartet pengusung rock dengan bahan bakar high octane tinggi ini secara resmi mengenalkan lagu pertama untuk album terbaru mereka kepada para Serigala Militia—sebutan untuk fans loyal Seringai!

Seolah untuk menegaskan kembalinya Seringai di arena panggung musik nasional, mereka pun merilis video untuk lagu yang dimaksudkan tersebut melalui akun resmi youtube, @seringaiofficial. Tepatnya pada 5 Juli 2018 yang lalu, video berdurasi 3 menit 40 detik tersebut, secara ringkas mengafirmasi letupan-letupan semangat yang termuat dalam lirik lagu yang juga ditulis oleh sang vokalis, Arian 13. Dalam deskripsi videonya, lirik ‘Selamanya’ dimaksudkan untuk berusaha menebarkan semangat mental positif tentang hasrat, kemandirian dan menjadi diri sendiri.

Seringkas yang saya resapi, lirik lagu ‘Selamanya’ mengingatkan kepada sebuah pernyataan yang pernah dilontarkan oleh Seringai dalam sesi wawancara dengan salah satu majalah di Jakarta beberapa tahun silam. Saya tak ingat persis secara utuh kutipannya. Namun, yang paling melekat hingga sekarang adalah, …“kami serius untuk bersenang-senang”…dan itu nampaknya menyenangkan untuk diterapkan, meskipun tak semua bagian menyenangkan. Ya, semangat itu pun masih menyala bahkan termanifestasikan dengan rapi hanya dalam satu diksi, khususnya di lagu ‘Selamanya’, Renjana!

Seringai selalu berhasil menarik perhatian para penggemarnya. Proses dan kerja kreatif yang mereka lakukan sanggup menjadi inspirasi bagi anak-anak muda. Deret rutinitas dan kolektivitas bermusik mereka pun mampu meletupkan imaji dan terkadang mewakili kemarahan. Jika berkenan, simak saja lagu-lagu lama mereka, seperti Lencana, Puritan, dan Mengadili Persepsi.

Sementara itu, single ‘Selamanya’ langsung menggedor telinga sejak detik pertama, gebukan drum Khemod tanpa kompromi, suara dari bass Sammy yang tebal dan balutan riff gitar yang padat milik Ricky adalah kombinasi sound yang sangat khas milik Seringai. Dengan berusaha menerka-nerka, mungkin saja, masih banyak kejutan dalam lagu-lagu lain dengan rapalan lirik yang sekiranya akan mampu me akumulasi dan kritik atas kepenatan sosial yang ada di sekitar kita. ‘Persetan’! Mungkin akan menjadi salah satu yang ditunggu. Atau akan ada satu lagu akustik seperti Lissoi dan instrumental serupa ‘Gaza’!? Mari menunggu, saudara-saudara. Sekali lagi, Selamat datang di gebyar musik dan wahana pesta Seringai!

Advertisements